Ajakan Lempar Kotoran Berujung Penyesalan
ARTIKEL UNIK

Ajakan Lempar Kotoran Berujung Penyesalan

LEGENDAQQ LOUNGE – Ajakan Lempar Kotoran Berujung Penyesalan ,Panasnya aksi pada Rabu 22 Mei yang berujung rusuh tidak hanya terjadi di beberapa tempat di kawasan Jakarta. Netizen saling serang dan melemparkan isu hoax hingga ujaran kebencian di media sosial.

Salah satunya adalah video ajakan melempar kotoran kepada aparat polisi yang tengah mengamankan aksi rusuh itu. Dalam video itu, pelaku mengenakan jaket ojek online merekam ucapannya itu bersama teman-temannya.

Ajakan Lempar Kotoran Berujung Penyesalan

Video itu beredar viral sejak Jumat (25/5) lalu. Grab Indonesia pun memberikan tanggapan atas beredarnya video pria yang diduga mitranya tersebut.

“Tim kami telah mengetahui hal ini dan tengah melakukan pengecekan ke lapangan.

Tidak lama setelah video itu beredar di media sosial, pelaku ditangkap polisi. Kedua pelaku yakni Heru Widiyantoro (31) dan Dwi Septiyanto (27), ditangkap di Bekasi dan Cipinang Bali, Jakarta Timur

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan bahwa kedua tersangka ditangkap setelah polisi melakukan cyber patrol.

Semula, diduga kedua pria itu melakukan aksinya di flyover Slipi, Jakarta Barat, namun ternyata di flyover Cideng, Jakarta Pusat

“Hasil pemeriksaan sementara, dia sedang ada di TKP di flyover, (tetapi sedang) melihat bagaimana kita melaksanakan tugas untuk menghalau perusuh-perusuh itu yang bertindak anarkis,

” ujar Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan di kantornya,

Hengki mengatakan, kedua pelaku berucap yang tidak pantas di media sosial, di tengah upaya polisi meredam kerusuhan massa.

Hengki pun kembali mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan bicara atau menulis di media sosial.

“Ini sangat mengkhawatirkan, apakah itu sifatnya hoax ataupun memprovokasi, akibatnya sangat fatal,” lanjut Hengki.

BACA JUGA : Gadis 6Tahun Tipu Ibu Lewat Belanja Online

Hengki mengatakan, banyak peristiwa fatal yang terjadi di masyarakat akibat provokasi di media sosial. Untuk itu, masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Jarimu bisa mengakibatkan atau mengantarkan saudara ke penjara Kalau tidak digunakan secara bijak,” ucap Hengki

Heru dan Anto mengaku merekam ucapan itu secara spontan. Awalnya, pada Rabu 22 Mei lalu,

dia bersama Anto dan rekan-rekannya hendak pulang ke Cipinang Bali, Jakarta Timur, namun terjebak macet karena ada kerusuhan di Flyover Jatibaru.

Heru dan Anto tidak menyangka, akibat perbuatannya itu bisa mengantarnya ke penjara. Heru dan Anto mengaku menyesal dan meminta maaf kepada aparat polisi atas perkataannya itu.

SUMBER : LEGENDA QQ POKER ONLINE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *