Kampanye Pelestarian Hutan di Jepang Termotivasi Film Animasi Studio Ghibli
ARTIKEL UNIK BANDARQ

Kampanye Pelestarian Hutan di Jepang Termotivasi Film Animasi Studio Ghibli

Legendaqq Lounge – Kampanye pelestarian hutan di Jepang termotivasi filim animasi Studio Ghibli yang populer. Bermacam- macam metode dicoba banyak pihak, tercantum industri animasi Jepang Studio Ghibli, buat melestarikan area. Studio Ghibli diketahui di segala segala dunia sebab memproduksi sebagian film animasi populer, dari Spirited Away yang sempat memenangkan Piala Oscar, sampai Howl’ s Moving Castle.

My Neighbor Totoro, yang pula salah satu film populer dari studio animasi tersebut, baru- baru ini menolong merangsang kampanye pelestarian hutan di Tokorozawa, Jepang. Kampanye crowdfunding ini dimaksudkan buat menolong melindungi hutan seluas 9 hektare yang digunakan pendiri Studio Ghibli, Hayao Miyazaki, selaku inspirasi dikala dia menghasilkan My Neighbor Totoro.

Dikutip dari Japan Today, Pekan, 26 Juni 2022, hutan yang ialah rumah untuk 7 ribu tumbuhan ek itu berlokasi dekat 30 km barat laut Tokyo. Dikala ini, tujuan pemerintah kota Tokorozawa merupakan mengumpulkan 2,6 miliyar yen ataupun dekat Rp28 miliyar buat membeli bagian dari hutan yang diketahui selaku” Hutan Totoro.”

Kampanye Pelestarian Hutan di Jepang Termotivasi Film Animasi Studio Ghibli

Sehabis dibeli, pemerintah setempat hendak mengganti tanah itu jadi cagar alam buat dinikmati penduduk serta wisatawan lain. Studio Ghibli pula sudah berjanji menolong kota tersebut dengan kampanyenya lewat insentif penawaran pada para donatur berbentuk cetakan poster istimewa dari Totoro bila mereka menyumbang paling tidak 25 ribu yen ataupun dekat Rp2, 7 juta.

Bagi pejabat setempat, pihak pemerintah kota tidak mengharapkan kampanye dari Studio Ghibli tersebut buat bisa langsung menutupi totalitas dana yang dibutuhkan. Tetapi, mereka masih berharap kalau itu hendak memperoleh atensi, dan antusiasme warga buat melestarikan area.

Di Hutan Totoro, wisatawan bisa berjumpa dengan salah satu kepribadian ciptaan Studio Ghibli, Totoro. Kawasan hutan ini dipadati bermacam berbagai titik pendakian, danau yang indah, serta hamparan kebun teh yang luas.

Zona hutan ini dilindungi secara langsung oleh Yayasan Totoro nomor Furusato. Hayao Miyazaki merupakan salah satu pendonor sangat awal buat pelestarian kawasan ini.

Berumur 100 Tahun Lebih

Menariknya, wisatawan pula dapat mengambil foto Totoro secara langsung di Rumah Kurosuke yang telah berumur lebih dari 100 tahun. Tetapi, jarak dari hutannya lumayan jauh.

Tidak hanya, dapat pula mampir di toko suvenir yang terletak tidak jauh dari Rumah Kurosuke. Rumah ini memanglah tidak memungut bayaran buat kamu yang mau mengunjunginya, tetapi mereka menerima kontribusi buat menolong menjaga bangunan tersebut.

Rumah yang berlokasi di Aichi Commemorative Park, Nagakute, Jepang ini dibentuk pada 2005. Rumah tersebut dibentuk selaku bagian dari festival World Fair 2005 yang diselenggarakan Studio Ghibli.

Kampanye Pelestarian Hutan di Jepang Termotivasi Film Animasi Studio Ghibli

Film My Neighbor Totoro yang dirilis pada 1988 menggambarkan tentang 2 wanita muda, Satsuki serta Mei, yang pindah ke pedesaan bersama bapak mereka buat lebih dekat dengan bunda mereka yang dirawat di rumah sakit. Sehabis datang, kedua wanita itu menjelajahi ke hutan serta menciptakan kalau tempat itu dipadati makhluk ajaib serta luar biasa, tercantum makhluk roh yang diucap Totoro.

Tidak lama sehabis itu, kakak adik itu bergaul dengan Totoro. Dia serta makhluk- makhluk yang lain bawa gadis- gadis itu ke beberapa petualangan yang berbeda.

Mirip dengan Filmnya

My Neighbor Totoro ditulis serta disutradarai Hayao Miyazaki, serta diproduseri Yasuyoshi Tokuma. Pada tahun 2005, film ini dirilis ulang Bandar Q dalam bahasa Inggris serta menunjukkan Elle serta Dakota Fanning tiap- tiap selaku Mei serta Satsuki. Regu Daly serta Lea Salonga mengisi suara kepribadian orangtua Mei serta Satsuksi, sedangkan Frank Welker mengambil alih suara Totoro.

Kampanye Pelestarian Hutan di Jepang Termotivasi Film Animasi Studio Ghibli

Yang menarik lagi, rumah Mei serta Satsuki yang berlokasi di tengah hutan danggap unik serta menarik oleh banyak orang. Jadi tidak heran rumah tersebut menginspirasi banyak arsitek buat buatnya. Goro Miyazaki, anak dari kreator My Neighbour Totoro pernah membuat rumah ini mirip dengan yang terdapat di film buat pameran yang sudah diucap di atas.

Rumah yang sempat dipamerkan sepanjang 185 hari itu betul- betul mirip dengan aslinya, apalagi ukurannya juga sama persis. Rumah Mei serta Satsuki ini bergaya tahun 50- an yang simpel, dengan kayu mendominasi selaku material utamanya.

Jadi Tempat Wisata

Walaupun rumah ini diambil dari film My Neighbour Totoro serta Totoro merupakan maskot utama dari film tersebut, jangan berharap Kamu dapat berjumpa dengan replika tokoh tersebut.

Tidak terdapat satu juga replika Totoro di rumah ini. Perihal ini disebabkan permasalahan hak cipta yang membuat sang owner rumah tidak dapat sembarangan meletakan arca ataupun semata- mata boneka Totoro di dekat rumah. Sehabis World Fair 2005 berakhir, rumah ini pernah ditutup buat universal dengan alibi renovasi demi membetulkan kehancuran kecil serta pembersihan.

BACA JUGA : Hindari Pelecehan Intim Terhadap Anak Dikala Mengajaknya Berlibur

Tetapi, setahun setelah itu rumah ini kembali dibuka selaku tempat wisata. Tiap turis yang tiba leluasa memandang seisi rumah. Tetapi buat mengambil gambar, banyak ketentuan yang wajib diiringi. Tidak seluruh posisi dapat difoto, tetapi Kamu dapat merambah serta memandang secara perinci.

Bila penasaran gimana rasanya memompa air semacam di tahun 50- an, Kamu dapat merasakannya di rumah tersebut. Tiap keran serta pompa air di mari senantiasa bekerja sebagaimana mestinya. Tetapi, cuma pompa di taman saja yang boleh digunakan oleh wisatawan.

Entah terencana ataupun tidak, kayu pada rumah ini pula nampak kumal seakan semacam rumah lama. Rumah ini seakan nampak rapuh sebab penyangganya yang keropos serta cat yang mengelupas. Tetapi aslinya tidak rapuh sebab cuma memainkan warna serta metode pengecatan, sehingga nampak rapuh serta kuno.

SUMBER BERITA : LEGENDA QQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *