ARTIKEL UNIK

Makanan Pantangan Bagi Anak dengan Autisme

Makanan Pantangan Bagi Anak dengan Autisme

LEGENDA QQ POKER ONLINE – Menurut National Institutes of Health, diet bebas gluten dianjurkan untuk membantu autisme. Meskipun belum ada penelitian yang pasti tentang efek diet gluten, orangtua dengan anak autisme mengklaim diet gluten dapat membantu mengurangi gejala autisme.

Gluten adalah protein yang ada dalam gandum hitam, barley, dan gandum. Karena gluten mengandung vitamin dan serat yang penting, disinyalir diet bebas gluten mungkin memerlukan pemantauan ketat oleh ahli gizi dan dokter untuk memastikan nutrisi yang cukup. Informasi selengkapnya mengenai makanan pantangan bagi anak dengan autisme bisa dibaca di sini!

Baca juga: Mengulas Efektivitas Diet dengan Konsumsi Oatmeal

Sederet Mitos dan Fakta Seputar Autisme Anak yang Perlu Diketahui |  Indozone.id

Pentingnya Mengelola Pola Makan untuk Anak dengan Autisme

Nah, selain gluten ada beberapa jenis makanan lain yang direkomendasikan untuk dihindari oleh anak dengan autisme, yaitu:

1. Makanan yang mengandung tepung dan susu.

2. Obat sirup.

3. Makanan dengan sumber fenol tinggi seperti jeruk, tomat, anggur, ceri.

4. Garam dapur.

Membuat anak dengan autisme bisa menikmati proses makannya memiliki tantangan tersendiri. Berikut adalah tips supaya orangtua tetap konsisten dan anak dapat menikmati makanan sehatnya dengan menyenangkan:

1. Pada setiap waktu makan dan ngemil

Berikan protein, sayur atau buah, dan pati bersama dengan sedikit keripik favorit anak. 

2. Jadikan proses makanan menjadi menyenangkan

Cobalah Lihatlah dari sudut pandang anak sehingga anak bisa lebih menikmati proses makan. 

3. Makan bersama-sama

Banyak keluarga menjalani kehidupan yang sangat sibuk yang membuat makan malam jadi terlewatkan. Membiasakan makan malam dengan anak dapat menjadi ritual yang menyenangkan buat anak jika dijadikan kebiasaan. Saat anak melihat orang lain makan, dia akan dihadapkan pada bau, penglihatan, dan suara makanan yang sedang dimakan. Ini adalah langkah-langkah positif untuk anak mencicipi dan menyantap makanan.

Baca juga: 5 Cara Agar Waktu Tidur Anak Cukup Selama Pandemi

4. Jangan menunggu rasa lapar

Banyak orangtua dari anak-anak dengan autisme menunggu anak lapar dulu baru memberikan anak makan. Sebaik-baiknya jangan menunggu anak merasa lapar baru memberi makan anak. 

5. Tawarkan makanan atau kudapan setiap 2,5 jam

Untuk menghindari godaan untuk terus menerus ngemil, usahakan menawarkan makan atau snack setiap 2,5 jam sepanjang hari. Jaga waktu sekonsisten mungkin. Penting bagi anak untuk memiliki rutinitas seputar makan pada waktu-waktu tertentu.

6. Menjaga mood positif

Ini bisa menjadi sangat berguna sehingga anak bisa menikmati prosesi makan. Cobalah untuk secara sadar mengurangi kecemasan atau emosi negatif lainnya sebelum dan saat prosesi makan. 

7. Coba sajikan gaya makan yang khas

Ini bisa dilakukan dengan meletakkan piring-piring makan di atas meja dan biarkan anak mengambil makanannya sendiri. Dengan menerapkan konsep seperti ini secara tidak sadar orangtua meningkatkan aspek sensorik makanan.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa nutrisi dapat menenangkan beberapa gejala autisme. Beberapa di antaranya adalah asam lemak. Asam lemak esensial membantu otak dan sistem kekebalan berkembang. 

Baca juga: 10 Tanaman Hias yang Dapat Menyerap Racun di Udara

Omega-3 dan omega-6 adalah sumber yang sangat baik buat anak dengan autisme. Omega-3 dapat ditemukan dalam makanan laut seperti salmon, tuna albacore, dan kerang. Omega-6 ada dalam daging, telur, dan susu, serta minyak nabati.

Tubuh membutuhkan bakteri baik untuk membantu pencernaan dan ini bisa dibantu dengan suplemen probiotik. Probiotik dapat membantu mengontrol pembengkakan dan peradangan, yang keduanya terkait erat dengan autisme. Suplemen vitamin dan mineral dapat membantu menyeimbangkan sistem anak dengan autisme dan memastikan anak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *